Posisi : Beranda / Informasi
'Teaching and Researching Southeast Asia', Training and Workshop 2012
19 Mar 2012

Call for Application


Mengajar dan Meneliti Asia Tenggara
Pelatihan dan Workshop 2012

Yogyakarta, 3-5 Juli 2012



Dalam konstelasi global kontemporer, Asia Tenggara tidak hanya sebagai sebuah ruang geografis yang pasif, melainkan juga sebuah kawasan yang aktif dalam memberikan sekaligus menerima diskursus politik dalam relasinya dengan dinamika politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan regional. Gambaran kapasitas agensi Asia Tenggara tercermin dalam keputusan politik para pemimpin negara-negara di Asia Tenggara untuk mendefinisikan diri sebagai sebuah komunitas tunggal, yakni Komunitas ASEAN (ASEAN Community). Sekalipun konsepsi komunitas dalam Komunitas ASEAN masih sangat diperdebatkan, tidak dapat dipungkiri keputusan tersebut telah mendorong munculnya identitas ke-Asia Tenggara-an, bukan hanya diantara para pemimpin politik, tetapi juga masyarakat sipil dan pelaku ekonomi. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas para pemimpin negara-negara anggota ASEAN, aktivitas masyarakat sipil juga berkembang dengan pesat. Dalam bidang ekonomi, Air Asia, misalnya, semakin mendorong integrasi  Asia Tenggara dengan melayani berbagai rute penerbangan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh flag carrier airlines negara-negara Asia Tenggara sendiri dan menjadikannya maskapai yang patut menyandang label 'truly ASEAN.'

Dinamika kawasan sebagai refleksi menguatnya kapasitas agensi Asia Tenggara ini, di satu sisi, menjadikan cara pandang terhadap kawasan yang berkembang sejak Perang Dunia Kedua (Euro-American centric) menjadi semakin kehilangan relevansinya dan, di sisi lain, semakin membuka ruang bagi munculnya pemahamam alternatif yang lebih berdasarkan pada perspektif-perspektif regional. Berkembangnya Asia Tenggara sebagai sebuah bangun pengetahuan dengan epistemologi yang sangat berbeda dari yang berkembang di Eropa dan Asia, jika ada, mungkin masih jauh dari kenyataan. Tetapi, melihat dan mendefinisikan Asia Tenggara dengan perspektif regional berdasarkan realitas Asia Tenggara menjadi tuntutan yang semakin kuat bagi akademisi seiring dengan perkembangan agensi Asia Tenggara. Sayangnya, dorongan untuk menjawab tantangan tersebut tidak cukup besar di Indonesia, negara yang memiliki peran dan posisi penting dalam menentukan dinamika kawasa. Kajian tentang Asia Tenggara cenderung tetap terpinggirkan dan tidak berkembang secara signifikan di ranah akademis di Indonesia.

Pelatihan dan workshop 'Mengajar dan Meneliti Asia Tenggara' merupakan sebuah upaya untuk mengubah ironi ini dan mendorong minat akademisi di Indonesia terhadap kajian Asia Tenggara, baik melalui pengajaran maupun penelitian.

 

Tujuan:

 

Mengembangkan Asia Tenggara sebagai bangun pengetahuan 

Mendorong pengembangan minat terhadap kajian Asia Tenggara di Indonesia

Membangun komunitas dan jaringan akademik multi-disiplin dengan fokus kajian Asia Tenggara

Mendorong dan memfasilitasi publikasi karya-karya ilmuwan Indonesia tentang Asia Tenggara


Info

Info lebih lanjut kunjungi website Pusat Studi Sosial Asia Tenggara, Universitas Gadjah Mada.

  Diperbaharui 12 Sep 2017 Copyright © 2012  
data personal latar belakang pendidikan aktivitas